wellcome


tulisan berjalan

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Minggu, 11 Desember 2011

Kemampuan Spatial Sense

         Kemampuan spatial sense menurut Piaget dan Inhelder (Tambunan, 2006) disebutkan sebagai konsep abstrak yang di dalamnya meliputi hubungan spasial (kemampuan untuk mengamati hubungan posisi objek dalam ruang), kerangka acuan (tanda yang dipakai sebagai patokan untuk menentukan posisi objek dalam ruang), hubungan proyektif (kemampuan untuk melihat objek dan berbagai sudut pandang), konservasi jarak (kemampuan untuk memperkirakan jarak antara dua titik), representasi spasial (kemampuan untuk mempresentasikan hubungan spasial dengan memanipulasi secara kognitif), rotasi mental (membayangkan perputaran objek dalam ruang).
Spatial sense merupakan salah satu kecerdasan dari 8 kecerdasan majemuk (multiple intelegency) yang dikemukakan Howard Gardner (Rose, Malcolm J. Nicholl, 2002:59). Gardner menyatakan bahwa kecerdasan orisinal (bakat) setiap individu itu berbeda-beda, yang dikelompokkan ke dalam 8 jenis kecerdasan: linguistik, logis-matematis, visual spasial, musikal, kinestetik tubuh, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Sedangkan menurut Baharudin dan Wahyuni (2007: 149) yang termasuk dalam kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda dalam pikiran dan mengenali perubahan tersebut, menggambarkan suatu hal/ benda dalam pikiran dan mengubahnya dalam bentuk nyata,serta mengungkapkan data dalam suatu grafik, juga kepekaan terhadap keseimbangan, relasi, warna, garis, bentuk, dan ruang.
Mayer (Yuliardi, 2010) membagi spatial sense ke dalam 5 faktor:

1.      Visualization (membayangkan)
2.      Spatial orientation (orientasi spasial)
3.      Spatial Relations (hubungan spatial)
4.      Mental Rotation (Perputaran mental)
5.      Spatial Representation
Bartman menyebutkan bahwa untuk kelas 8 akhir pada geometri dan spatial sense, semua siswa seharusnya:
1.     Mengidentifikasi, menggambarkan, membandingkan, mengklasifikasikan, dan mempresentasikan gambar geometri (NCTM Standard 12; MO 1.4, 1.6, 2.1)
2.     Mengeksplorasi transformasi gambar geometri (NCTM Standard 12; MO 1.6)
3.     Menginvestigasi dan menggunakan sifat-sifat geometri dan hubungannya (NCTM Standard 12; MO 1.6, 2.4, 3.6)
4.     Menggunakan geometri untuk menggambarkan dunianya (NCTM Standard 12; MO 1.10, 2.4)
5.     Memperluas pemahamannya melalui proses dan struktur untuk pengukuran (NCTM Standard 13; MO 1.4, 2.6, 2.7)
6.     Memilih dan mendiskusikan alat dan satuan yang tepat untuk mengestimasi (menaksir) atau membuat pengukuran, mengingat derajat ketelitian (NCTM Standard 13; MO 2.6, 3.1, 3.7, 4.1)
7.     Menggunakan konsep keliling, luas, volume, ukuran sudut, kapasitas, berat, dan massa (NCTM Standard 13; MO 2.5, 3.8, 4.1)
8.     Menginvestigasi konsep perubahan nilai (NCTM Standard 13; MO 1.4, 1.6, 1.8)
9.     Mengembangkan rumus dan cara untuk menentukan ukuran menyelesaikan masalah (NCTM Standard 13; MO 1.4, 1.6, 1.8, 3.7)

Daftar Pustaka:

Baharuddin dan Wahyuni, E. N. (2007). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Bartman, Robert E. Assessment Annotations for The Curriculum Frameworks Mathematics Grade 4, 8, and 10. Missouri Department of Elementary and Secondary Education.

Rose dan Nicholl. (2002). Accelerated Learning for the 21st century. Bandung: Penerbit Nuansa.

Tambunan, S. M. (2006). “Hubungan Antara Kemampuan Spasial Dengan  Prestasi Belajar Matematika”. Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Makara, Sosial Humaniora, Vol. 10, No. 1, Juni 2006: 27-32.

Yuliardi, R. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Komputer Tipe Drill Untuk Meningkatkan Kemampuan Spatial Sense Siswa Smp Dalam Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar